Sebulan 2 minggu waktu yang cukup sebentar untuk pacaran, tapi
kenapa ini terlihat berat tidak seperti dulu, Oh ya dulu aku pernah
pacaran sebelumnya sama R pacarku yang sekarang walau dulu hanya
6bulan sekitar 2tahun yang lalu.
Beratnya hubungan ini adalah ketika dia sudah mulai bekerja sedangkan
aku masi duduk di bangku SMA, yah bener! Anak seumurku memang masih
labil pengen banget di perhatiin. Seringkali aku meributkan hal kecil
dengannya karna dia tidak punya bnyak waktu untuk ku, pernah kita
hampir putus tapi dia meyakinkan ku bahwa dia kerja untuk aku, untuk
ketemu aku. Aku luluh akhirnya aku bisa mencoba mengerti pekerjaannya
yang sibuk.
Seringkali teman teman di sekolahku mencibir ku dengan terus
menyebutkan katakata “yang dekat saja bisa selingkuh apalagi yang
jauh” jujur panas sekali kupingku mendengar kata kata itu, tapi aku
tutup rapat rapat telingaku, karna aku percaya dia, dia akan menjaga
hatiku.
Kadang aku marah ke dia karna ego ku terlalu besar, yaaah itu juga
karna aku haus akan perhatian, aku kangen dia. Sebulan monthversarry
aku semakin dewasa menyikapi waktu dia yang memang tidak selalu untuk
ku, tapi aku juga hargai niat baik dia untuk mengabari walau hanya
sekedar chat bbm “hey girl” .
Aku juga semakin mengerti dari referensi novel novel dan cerita nyata
dari pemeran ldr, ternyata ldr tidak seburuk apa yang kita bayangkan
pada mestinya jika kita mau saling mngerti.
Okee aku mulai terbiasa dengan situasi ini, aku menyayanginya
benar benar menyayanginya. Yang paling aku ingat saat percakapan
telepon dia bilang
“sudah sholat belum neng?”
“belum aa, 15 menit lagi deh”
“emang neng 15 menit lagi yakin masih bisa bernafas kaya gini?”
“ah aa ko ngomong gitu sih”
“yaudah makanya neng sholat, katanya mau jadi pacar yang baik”
Kata kata itu terus aku ingat, dia baik sekali sebagai laki-laki .
Lama kelamaan aku terbiasa dengan kesibukan dia, gak pernah marah-marah karna hal kecil itu.
Dia seperti kaki di dalam kehidupanku, kaki yang kuat. Terus mengingatkan ku pentingnya belajar karna memang cita-cita ku adalah masuk jurusan sikologi di UI.
Tapi ada saat aku kecewa ketika aku menanyakan hal
“ aa kapan mau ke Surabaya, neng kangen banget sama aa, pengen ketemu aa “
“aa belum tau neng “
Seketika hatiku tersentak, benar-benar bukan jawaban yang aku mau. Tapi sekali lagi aku positive thinking, mungkin karna aa terlalu sibuk makanya belum bisa memperkirakan kapan dia akan bertemu aku.
Tapi beberapa hari ini berubah, aa jadi pemarah ntah apa yang aa pikirkan hingga gitu.
Aku bilang “ kenapa ketika neng coba dewasa buat ngertiin aa karna hubungan ldr dengan no full time itu gak gampang kenapa aa malah bersikap seperti anak kecil gini”
Ya mungkin dia sakit hati aku bilang gitu, dia terus memojokan aku bahwa aku sudah dewasa tidak perlu diingatkan lagi seperti hal-hal kecil “sudah makan atau sholat belum?”
Aku bilang eperti itu agar dia itu bisa sadar bahwa hal-hal kecil seperti itu tidak perlu di ributkan, aku , mau kita saling memberi support, saling mengingatkan bukan memaksa jadi seperti apa yang kita mau.
Dia berubah jarang sholat, bahkan tidak pernah mengingatkan ku sholat, support nya yang dulu tidak pernah lagi aku dengar, ya… tapi tidak perlu diingatkan aku akan giat belajar sendiri demi masa depanku.. tapi jujur aku kangen.
Siang yang di selimuti mendung saat aku membaca novel longdistance kita saling chat tapi berujung ke pertengkaran, dia bilang akan berhenti kerja dan meminta maaf jika beberapa hari ke depan dia tidak ada kabar. Seketika kaki dan tangan ku gemetar, dada ini sesak sekali, butir-butir airmata telah membendung di kelopak mata ku dan siap untuk menetes, aku tidak nyangka dia akan berucap seperti itu.
Tidak sadarkah dia ucapannya barusan itu mengandung banyak sekali arti “semembebankan kah aku di kehidupannya hingga harus melepas kerjaannya dan seputus asanya kah dia ke aku karna sikap ku ini?”
Dia bilang dia kerja untuk bertemu dengan ku, tapi jika dia memutuskan untuk berhenti kerja berarti dia juga memutuskan harapannya untuk bertemu denganku.
Dia yang aku anggap kaki ku telah gak ada, gak ada lagi kaki ku yang kuat. Sungguh aku tidak bisa berdiri lagi. Memutuskan semua mimpi-mimpi yang telah aku rangkai sedemikian rupa tapi di rusak begitu saja?
Dear R
Kamu tau salah satu mimpiku ? mimpiku ada saat kamu datang disini aku mau kamu memeluk ku dengan bangga atas nilai yang aku peroleh saat lulus SMA nanti. Kamu bagai kedua kaki ku yang kuat dulu…
Sekarang ntah aku nggak bisa berdiri, rasanya lemas sekali seakan tiada tulang satu pun di tubuh ini
Kamu tidak tau seberapa besarnya aku menaruh harap ke kamu tapi kamu hancurkan sia sia, aku sayang kamu walau penuh di selimuti tangis.
For you at bekasi R
From me Nita yang kamu anggap beban.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar