Malam ini malam yang berat untuk ku, ketika aku sudah mencintai seorang lelaki. Namanya abdillah, orang yang setahun lebih ini mengisi hari hari ku. Aku kira dia orang baik, tapi setiap pertengkaran yang kita lewati, dia selalu bersikap kasar terhadapku ketika aku tersulut emosi. Malam itu, aku mengkhiri hubungan ini bukan tanpa alasan namun rasa sakit yang tak lagi terbendung meluapkan kekesalannya.
Hari itu aku menunggu nya pergi bersama teman temannya, 3 jam, 6jam, 9jam, 12jam, 15jam terlewat untuk menunggunya. Hari itu seperti baik-baik saja. Tapi pagi hari suatu kebohongan yang di tutupinya terbongkar. "Abdillah ternyata doyan, dia duduk minum hingga 5 kali putaran lalu naik keatas" kata ivan. Aku yang mendengar itu tersayat, hingga aku teringat suatu siang. Ketika aku merindukannya, aku ingin memperbaiki hubungan kita yang renggang karna pernah bertengkar akhir akhir ini. Aku bangun pagi pagi buta menaiki motor seorang diri menuju stasiun. Aku langsung membeli tiket keberangkatan ke malang pada jam 07.40. Dikereta akupun harus berdiri 2.5jam hingga pukul 10.11 aku menunggunya. Aku gerakkan langkahku sembari memberikan senyum di setiap langkahku berharap cepat bertemu sang pujaan. Pukul 10.15 aku duduk dibawah pohonan rindang di pujasera dekat alun alun malang. Menunggu dia menjemputku. pukul 10.46 dia datang menutup mataku dari arah belakangku sambil berucap "lama ya?" "iya lama banget, mesti membuatku menunggu" sahutku rada kesal.
Kita lelap berbincang bincang hingga dia menunjukan kamera "ini loh fotoku sama bima kemarin di paralayang" dia terus melihatkan foto foto nya kepadaku, hingga di beberapa foto belakang ada foto dia bersama cewe namanya gitu, mereka bertatapan mesra layaknya kedua pasangan, di temani sunset diatas dataran tinggi foto mereka terabadikan sempurna. Hati ku terasa di remas, mataku sekuat mungkin aku menahan tetesan air mata ku, panas panas rasanya hati mataku melihatnya, seketika aku diam, "kamu kenapa kok diem aja?" kata abdillah "gak papa pusing" sahutku "mau minum obat? Aku ada" "gak gausah" kataku ketus.
Hingga pukul 11.30 kita memutuskan untuk ke pantai. Di perjalanan aku menutup kaca helm ku, aku menangis sekencang sederas yang aku bisa meluapkan rasa sakit kecewa yang ada. "Percuma aku ke malang, percuma aku kesini dihadiahi seperti ini" batinku berkata. Mungkin baginya itu biasa saja, dia merasa tidak ada apaapa, tetapi bagiku itu sungguh membuatku cemburu, membuatku tidak dihargai, dan tidak bisa menjaga perasaanku.
Setelah satu jam perjalanan, Bima memutuskan nberhemti sebentar karna ingin mengambil foto dari sudut sana. Aku tetap berdiam diri, dia terus bertanya kepadaku. "Aku jijik sama kamu!!" kataku "apa ulangin lagi?" "aku jijik sama kamu" "oh gitu, udah ya selese aja sampe sini iya" katanya. Aku jijik sama dia karena dia tidak bisa menjaga jaraknya dengan perempuan lain, tidak bisa menjaga sikapnya, tidak bisa berkata jujur kepadaku. Aku terus diam, marah kepadanya. Sesekali dia menggandengku tetapi selalu aku hempaskan tangannya. Hingga dia muak dia berteriak sungguh keras "KAMU MAU PULANG MAU MARAH TERSERAH!! AKU GAPEDULI" aku hanya tertunduk menangis "KAMU EMANG *tiiit*" ucapnya kata kata kasar yang keras terhadapku. Aku terus menangis lalu dia meraih tanganku dan bilang "ayok berdiri, aku minta maaf, iya aku salah, ayok berdiri" aku tetap tidak ingin berdiri "ayo sekali aja berdiri diliatin orang orang" akhirnya aku berdiri dan dia bilang "aku gak ngapa ngapain aku cuma mau kamu, sudah ya aku minta maaf".
***
Malam itu setelah pulang dari pantai, aku bima dan abdillah duduk di warung pinggir jalan untuk makan. Tetapi tidak lama bima menjemput gita. Sebenarnya aku malas bertemu dia, sialnya bima dan abdillah menyuruh aku mengobrol dengan gita. Aku mulai Badmood, aku menelefon temenku meirita karna ingin menginap di kosnya, tetapi ternyata ada ibu kos nya yang galak. Dan akhirnya, dengan berat hati aku tidur semalam di kos gita. Akhirnya kami memiutuskan untuk kembali, bima dan abdillah ke kos nya, aku dan gita ke kos nya gita.
Di kos nya gita kami mengobrol "kamu suka olahraga nit?" "suka kok aku" "wah kebalikkannya abdillah dong, dia kan katanya gasuka olahraga" "hehe iya" aku menjawabnya dengan ogah ogahan. "Oiya kamu kok tau bekasi daerah duta kranji?" kata gita "tau aja punya temen aja di jabodetabek, kan gamers aku"jawabku "wah kebalikan banget sama abdillah ya, dia anaknya ga aktif kaya kamu banget kayanya" hmmmm "oiya abdillah perutnya gendut yaa hehe mau aku becandain dia gitu tapi takit tersinggung hehe" tambahnya "gapapa kok aku juga biasanya bilang perut dia gendut" dalam hatiku berkata, "anak yang baru seminggu kenal abdillah bisa tau dia detail banget, bisa tau apa aja, pasti mereka sering ngobrol berdua dan sudah akrab" batinku berkata. Sepertinya tidak mungkin bima memilih kenalan random di group jurusannya abdillah kalau bukan abdillah yang merekomendasikannya dulu karna sudah kenal. Hati perempuan mana yang tidak sakit hati
***
Aku pulang ke surabaya dengan banyak pertanyaan. Hingga hari rabu di sela sela aku menunggunya ke pantai bersama teman teman kelasnya. Aku bilang aku "give up" aku gak kuat sakit gini terus. Aku sudah banyak sekali berkorban untuknya, selalu menjaga perasaannya, seperti ulang tahunnya pun hingga pukul 1 malam aku tetap menghias kue ulang tahun untuknya dan jam 4 aku bangun untuk mempersiapkan kejutanku di malang. Rasanya setiap apa yang aku perbuat aku hanya ingin dia senang, seperti aku ingin hidup untuk membahagiakannya, apapun aku lakukan. Tapi semua tidak berbalik untukku, dia masih memikirkan kesenangannya, belum memikirkan perasaanku, kadang yang menurutnya biasa untuknya, itu menyakitkan untukku. Di malam itu aku mengakhiri hubungan itu. Dia awalnya bersih keras dia tidak salah apa apa, dia malah menyalahkan ku yang ingin di mengerti. Dia tidak pernah menghitung berapa tetes air mata yang aku teteskan untuknya. Malam itu aku sibuk menghapus air mataku yang tanpa di sadari terus mengalir. Edelweis, teman yang tau perasaan ku dari awal, ceritaku kenapa aku begini. Aku menyuruh abdillah tanya alasan kenapa aku begini, tetapi edelweis malah bilang "aku gamau disangkut pautin sama masalah di hubunganmu nit" akhirnya aku menyuruh edelweis untuk mengabaikannya atau delete contact abdillah jika memang edelweis merasa masalahku menganggunya. Abdillah yang awalnya memegang omongannya katanya "tetep sama kamu!" ucapnya hingga berubah dalam 5 menit "kalo gak mau yaudah, barangmu apa saja nanti aku balikin" teriris hatiku, menetes air mataku tanpa berhenti. Ternyata yang aku puja ternyata hanya sebatas 5menit mencintaiku untuk mempertahankanku, TAEK!! Itu pm yang dia tulis ditunjukan untukku. Untukku wanita yang sedang menangisinya, wanita yang telah menemaninya setahun lebih, wanita yang mengorbankan kesenangannya untuk lelaki tercintanya, wanita yang rela melakukan apasaja untuknya, wanita yang mengorbankan masa depannya untuk lelaki yang dicintainya. Dan ucapan terimakasihnya adalah TAEK!!
***
semua disini bisa tentang saya, bisa kebetulan seperti kisah anda
Kamis, 15 Oktober 2015
The tears of love
Sabtu, 01 Februari 2014
"Dia" Part II
Kalau itu aku tau terakhir kali dia
bilang “ kamu butuh pelukan? “ saat aku menangis.
Bisakah aku meminta mengulangnya untuk
saat ini? Sekali saja. Ihklas? Hal diatas sabar yang belum tentu aku
bisa terima saat ini.
Kekuatanku, ku biarkan pergi…
***
Aku mengangkat telfon chocoo pukul
23.00 . jujur aku senang dia bilang
“maafin aku ya kemarin kata-kata dari
omongan aku ya”
“iya aku maafin kamu sebelum kamu,
aku juga ya”
“iya, eh aku punya pillihan buat kamu
! kamu harus pilih salah satu ya, pilih jalan lurus ke depan apa
melangkah ke kiri untuk keluar”
“untuk apa?”
“hubungan kita”
“aku pilih lurus kedepan”
“kenapa?”
“karna aku masih butuh kamu, I need
you, only you! “
Ya memang hanya dia, hanya chocoo yang
dapat aku tumpahkan keluh kesah aku, tangisan aku, kesedihan aku.
“sugar.. kamu mau aku pilih apa? Aku
bakal jalan ke pintu keluar kemudian pintu keluar itu aku kunci lalu
aku dateng kamu dan selalu ngikutin kamu kemana kamu pergi tapi di
belakang kamu, aku gak akan pergi ninggalin kamu karna pintu
keluarnya udah aku kunci, aku cuma bisa liat kamu dari kejauhan,
melihat kamu bahagia, aku hanya butuh waktu buat sendiri sambil liat
kamu ngejar cita-cita. Jujur aku trauma sama perasaan , aku nunggu
ruang yang tepat buat aku. “
“maksudnya ruang?”
“hati kamu cuma 1, tapi di hati kamu
ada nama aku dan dia pacar kamu.”
“terus kalau kamu btuh waktu sendiri,
pergi ninggalin aku dan gak ada lagi chocoo, bakal ada ruang yg
lebih buat kamu gitu?”
“ohh gaada ya? Terus kamu mau gimana
?
“gatau”
“apa mau pilihan yang kedua ?”
“apa?”
“ tetap bertahaan sama aku seperti
biasa.”
aku hanya diam dan tiba-tiba air mata
aku keluar lagi, kali ini tangisan ku membuat nafasku terengah-
engah.
“sugar, kamu nangis?”
“sugar….?”
“sugar kamu butuh pelukan ?”
Hanya menangis lidah ini kelu susah
mengucapkan satu kata-kata terucap.
“sini aku peluk kamu, kamu kenapa?”
Sekitar 10menit aku hanya menangis,
setelah tangisanku reda aku mengatakan
“aku ingin pilih pilihan ke 2 tapi
berat, kayanya aku terlalu egois, aku terlalu jahat kalo pilih itu,
apalagi setelah kamu bilang kamu trauma, kamu mau sendiri dulu, gak
mungkin aku minta kamu tetap di sampingku”
“kamu gak jahat sugar… saat kamu
bilang kamu butuh aku, kamu sayang aku, rasanya ingin aku patahin
semua pilihan-pilihan aku buat kamu. Gatau kenapa hati ini selalu
tersentuh, luluh, dan kuat lagi saat kamu bilang masih buutuh aku,
rasanya masih ada ruang lagi buat aku”
Kamu tau kenapa aku gamau pilih pilihan
ke 2 ? itu karna ucapanmu tadi dan kemarin yang kamu bilang”.
aku iri liat kamu
upload di sosmed foto si A dan B, kamu ceritain mereka ke sahabat dan
adik kamu seakan mereka penting dan kamu bangga punya dia, memang aku
bukan siapa-siapa di hidupmu. Tapi kamu berarti di hidupku, aku
certain kamu ke sahabat aku, kakak aku, orang tua aku, tapi kamu?
Seakan-akan cuma antara kamu dan aku aja yang tau ini, aku gaada yang
bisa di banggain!
Mungkin aku salah
kalo pelangi itu bakal ada…
Mungkin Cuma
kamungflase..
Aku lupa bahwa
tidak setiap hujan pasti bakal dating pelangi.
Keadaan pun menjadi
hening, aku hanya menikmati tangisanku merasakan nafasku sendiri,
tiba-tiba dia terdengar
“ iya itu emang
bener sugar, aku gabisa ngelak itu uneg-uneg aku. Sekarang aku
ihklas, aku buka pintu itu sekarang, kamu bisa keluar kalo kamu mau.”
“sugar … aku
sayang kamu, aku masih ingat gimana kita ketemu pertama kali, aku
sering telfon kamu, kadang aku kerja tidur Cuma 3 jam hanya buat
denger suara kamu. Kalo kamu gak makan aku juga gak makan, kalo kamu
sakit aku juga pingin sakit! Aku ingin ngerasain apa yang kamu rasain
sugar. Kadang kalo kamu gak ada kabar beberapa hari, jujur aku
nyariin kamu, aku khawatir sama kamu. Aku semangatin diri aku
sendiri, dalam hari aku bilang ‘ sugarnya lagi sibuk, mungkin
dia lagi bahagia disana sama pacarnya, dia gak kenapa-napa kok, dia
belum butuh aku ‘ . aku bakal sayang sama kamu sugar, samapai
kapan pun. Aku slalu cek hp dan kalo aku liat tulisan
Morning,Goodnight,Loveyou,Apa kamu semangatin dan ngingetin aku
makan. itu udah kata-kata paling indah buat aku, buat penyemangat
aku ketika sendiri,sedih dan terpuruk dalam gelap.aku bahagia sama
kamu, lebih tepatnya bahagia dan sedih di waktu yang bersamaan. I’ll
always love you sugar.”
Aku hanya diam dalam tangisku, merasan
tiap tetes air mata membasahi pipiku, dalam hati aku berkata
“se special kah ucapan ku di sms
sampai dia gitu? Ya tuhan manusia apa aku ini, aku sayang dia, aku
gak rela dia pergi, tapi aku juga gamau nyakitin dia.”
“sugar… aku slalu berdoa buat kamu!
Buat kita. Walau sholat ku masih bolong-bolong aku berdoa agar kita
ketemu lagi suatu saat nanti, kamu ngejar cita-cita aku. Posisi kamu
di hati ku gak bakal bisa keganti, kamu jangan lupa makan,sarapan
juga, sholat, belajar terus jaga kesehatan kamu. Aku Cuma numpang
lewat di kehidupan kamu. Deket kamu ada Allah, di dekat aku juga ada
Allah, diantara kita ada Allah. Aku sayang kamu”
Aku masih tetap diam tidak
berkata-kata, hingga lima menit kemudian aku memecah keheningan
dengan bilang
“chocoo.. aku sayang kamu, aku gabisa
kehilangan kamu.”
“aku lebih sayang dan gamau
kehilangan kamu. Tapi apalah arti keputusan.. kamu tetap milih
pilihanmu.”
“Goodnight sugar.” Seketika telfon
pun mati.
Sekarang di ponsel ku hanya berbunyi
alunan lagu miley cyrus stay untuknya dengan segala tangisku
Well, it’s good to hear your voice
I hope you doing fine
And if you ever wonder
I’m lonely here at night
I’m lost here in this moment and
time keeps slipping by
And if I could I just one wish
I’d have you by my side
Oh, oh I miss you
Oh, oh I need you
And I love you more than I did
before
And if today I don’t see your face
Nothing’s change no one can take
your place
It’ gets harder everyday
Say you love me more than you did
before
And I’m sorry its this way
But I’m coming home, I’ll be
coming home
And if you ask me I will stay, I
will stay
Well, I try to llive without you
The tears fall from my eyes
I’m alone and I feel empty
God, I’m torn apart inside
I look up at the start
Hoping you’re doing the same
Somehow I feel closer and I can hear
you say
Oh,oh I miss you
Oh, oh I need you
Aku sayang kamu, aku pasti kangen kamu
dan butuh kamu. Terimakasih segalanya chocoo.
***
Apa itu terakhir aku
dengar suara lembutnya.
Lelaki itu yang selalu
kuat di depanku
Lelaki yang ihklas
menerima keadaan
Lelaki yang sabar
Lelaki yang selalu
memberikan bahunya yang kuat untuk aku sandari.
Setengah kekuatan ku,
ku biarkan pergi
Sekarang sayapku bukan
patah
Tapi hilang.
"Dia" Part 1
Ya aku gatau kenapa aku merasa orang
yang paling kejam sama perasaan.
Yes.. di blog ini aku mau cerita cowo
yang aku panggil chocoo dan dia juga manggil aku sugar. Dia cowo
baik, mungkin paling baik yang pernah aku kenal. Aku kenal dia dari
satu community yang akhirnya deket, deket, deket hingga dia bilang
dia nyaman sama aku dan dia sayang sama aku.
Jujur aku juga nyaman sama dia, tapi
entah susah banget disuruh buat komitmen sama dia. Aku takut kalau
semua bakal berubah.
***
Setiap hari, minggu,bulan hingga 6
bulan sudah aku kenal dia….
Dia tetap sayang sama aku walau aku
sudah punya pacar, dia sayang aku walau aku suka sakitin dia,kecewain
dia dan paling sering buat cemburu dia. Aku juga malah suka
cerita/curhat tentang pacar aku ke dia yang suka buat cemburu tapi
dia tetap kuat dan ngasih aku solusi terbaiknya. Aku tau! Pasti sakit
hati banget jadi dia, tapi dia hanya satu-satunya orang yang buat aku
nyamana dan bisa numpahin semua air mata , tangisan dan kesedihanku.
***
Pada suatu hari dia menghilang gak ada
kabar, jujur aku kesal ! saat dia menjelaskan semua ke aku ya itu
tambah membuatku kesal berlipat ganda karna dia cerita, dia
menghilang karna menemui seorang cewe bernama Rara di Bandung yang
lagi deket sama dia. Tapi aku nggak bisa berlama-lama marah ke dia
karna bukan hak ku dan terlalu egois rasanya.
Dia cerita tentang Rara bahwa dia cewe
yang baik, perhatian dan bisa membuat dia nyaman selain aku walau
nggak ada orang lain yang menggantikan specialku di hatinya katanya,
hehehe… Aku senang dia bisa deket sama orang lain karna pikirku
dia tidak lagi terus tersakiti karna hubungan dengan ku tanpa ada
kepastian, dan aku menyuruh dia untuk sama Rara saja.
Tapi aku salah… Dia masih memilih
untuk menunggu aku dan setia dengan ku. Aku bertanya ke dia kenapa
dia memilih aku? Kenapa masih bertahan sama aku ?
Dia bilang “ kamu itu kaya pelangi
sedangkan cewe itu kaya saung/pondok tempat aku berteduh sesaat saat
hujan, karna ketika aku berjalan kemudia hujan lebat aku pasti akan
berteduh sebentar di saung itu, tapi aku gak bakal disitu terus aku
pasti akan berjalan menerobos hujan karna aku yakin ada pelangi yang
indah setelah hujan disana daripada aku terus berdiam menunggu hujan
di saung itu”
Ya ! aku tau maksud dia menerjang hujan
disitu adalah menerjang rasa sakit karna mencintaiku dan dia percaya
kesabarannya akan berbuah indah pada waktunya. Tapi teriris rasanya
dia menganggapku pelangi yang seindah itu. Seindah itukah aku
dihidupmu ? aku rasa aku hanyalah awan mendung yang terus membawa
hujan,angin dan petir di hidupmu.
***
Saat aku sakit kamu orang kedua yang
bawel setelah bokap aku, perhatian sekali….
Beberapa hari yang lalu dia bertanya
“ cita-cita kamu jadi sikolog kan?”
“ iya tapi harus
S2 “
“ oke 8 tahun lagi
aku tunggu kamu 18 agustus 2022 di Monas jam 18.00, promise!? “
“ promise!”
“terserah kamu mau
dateng sama siapa yang jelas aku sendirian sugar,nunggu kamu. Ntah
aku gabisa bayangin 8tahun lagi kamu dateng nemuin aku di monas
menggandeng cowo putih,tinggi,rapi,sukses yang jadi pasangan kamu
nanti”
Aku hanya diam yang
membuat suasana malam itu hening.
***
Dari nada bicaranya
aku tau dia kecewa dan sedih. Dia mengajukan pertanyaan-pertanyaan
yang ternyata jawabanku membuat dia kecewa. Dia bilang
“ aku iri liat
kamu upload di sosmed foto si A dan B, kamu ceritain mereka ke
sahabat dan adik kamu seakan mereka penting dan kamu bangga punya
dia, memang aku bukan siapa-siapa di hidupmu. Tapi kamu berarti di
hidupku, aku certain kamu ke sahabat aku, kakak aku, orang tua aku,
tapi kamu? Seakan-akan cuma antara kamu dan aku aja yang tau ini, aku
gaada yang bisa di banggain!
Mungkin aku salah
kalo pelangi itu bakal ada…
Mungkin Cuma
kamungflase..
Aku lupa bahwa
tidak setiap hujan pasti bakal datang pelangi.
Perih mata ini
menahan air mata buat jatuh, sejahat ini kah aku? Mengabaikan orang
sebaik dia? Aku cinta dan sayang dia tapi aku gak bisa membuat suatu
hubungan komitmen sama kamu. Aku tau semua keadaan kita sekarang ini
bakal berubah gak seharmonis ini kalo kita membuat suatu komitmen.
Waktu kamu sedikit untuk tiap waktu mengabari aku, aku tau aku masih
seperti anak kecil yang ingin setiap jam di perhatikan, aku lebih
nyaman seperti ini chocoo…. Dalam diam aku berfikir
“haruskah orang
sebaik kamu bertemu dan sayang ke aku? Apa aku harus pergi tanpa
permisi? Aku gabisa terus nyakitin perasaan sama batin kamu chocoo,
aku tau kamu ngomong gitu karna kamu sudah lelah dan ingin
mengeluarkan uneg-uneg itu.
Tiba-tiba terdengar
“halo… sugar
kamu pasti dengar omongan aku terus besok-besok gak bakalan sms aku
lagi, iya kan? “
“sugar..kamu masih
sayang aku kan?”
Tanpa basa-basi aku
langsung tutup telfonnya tanpa kata-kata karna aku sedih luar biasa
telah mengenalmu hanya untuk menyakitimu.
Chocoo… kamu orang
terbaik, tertulus yang aku kenal. Aku sayang kamu.
Tunggu aku di Monas
18 agustus 2022 saat aku menunjukan bahwa aku sudah mengejar
cita-citaku.
***
Setiap ada awal pasti
juga ada akhir
Jika aku tau akhir nya
bakal seperti ini
Aku meminta untuk tidak
ada awal yang manis
Dimana tetap aku duduk
sendiri
Memandangi langit yang
gelap
Di penuhi bintang yang
diantaranya
Adalah kamu yang paling
terang
Aku tidak mengenalinya
Sebulan 2 minggu waktu yang cukup sebentar untuk pacaran, tapi
kenapa ini terlihat berat tidak seperti dulu, Oh ya dulu aku pernah
pacaran sebelumnya sama R pacarku yang sekarang walau dulu hanya
6bulan sekitar 2tahun yang lalu.
Beratnya hubungan ini adalah ketika dia sudah mulai bekerja sedangkan
aku masi duduk di bangku SMA, yah bener! Anak seumurku memang masih
labil pengen banget di perhatiin. Seringkali aku meributkan hal kecil
dengannya karna dia tidak punya bnyak waktu untuk ku, pernah kita
hampir putus tapi dia meyakinkan ku bahwa dia kerja untuk aku, untuk
ketemu aku. Aku luluh akhirnya aku bisa mencoba mengerti pekerjaannya
yang sibuk.
Seringkali teman teman di sekolahku mencibir ku dengan terus
menyebutkan katakata “yang dekat saja bisa selingkuh apalagi yang
jauh” jujur panas sekali kupingku mendengar kata kata itu, tapi aku
tutup rapat rapat telingaku, karna aku percaya dia, dia akan menjaga
hatiku.
Kadang aku marah ke dia karna ego ku terlalu besar, yaaah itu juga
karna aku haus akan perhatian, aku kangen dia. Sebulan monthversarry
aku semakin dewasa menyikapi waktu dia yang memang tidak selalu untuk
ku, tapi aku juga hargai niat baik dia untuk mengabari walau hanya
sekedar chat bbm “hey girl” .
Aku juga semakin mengerti dari referensi novel novel dan cerita nyata
dari pemeran ldr, ternyata ldr tidak seburuk apa yang kita bayangkan
pada mestinya jika kita mau saling mngerti.
Okee aku mulai terbiasa dengan situasi ini, aku menyayanginya
benar benar menyayanginya. Yang paling aku ingat saat percakapan
telepon dia bilang
“sudah sholat belum neng?”
“belum aa, 15 menit lagi deh”
“emang neng 15 menit lagi yakin masih bisa bernafas kaya gini?”
“ah aa ko ngomong gitu sih”
“yaudah makanya neng sholat, katanya mau jadi pacar yang baik”
Kata kata itu terus aku ingat, dia baik sekali sebagai laki-laki .
Lama kelamaan aku terbiasa dengan kesibukan dia, gak pernah marah-marah karna hal kecil itu.
Dia seperti kaki di dalam kehidupanku, kaki yang kuat. Terus mengingatkan ku pentingnya belajar karna memang cita-cita ku adalah masuk jurusan sikologi di UI.
Tapi ada saat aku kecewa ketika aku menanyakan hal
“ aa kapan mau ke Surabaya, neng kangen banget sama aa, pengen ketemu aa “
“aa belum tau neng “
Seketika hatiku tersentak, benar-benar bukan jawaban yang aku mau. Tapi sekali lagi aku positive thinking, mungkin karna aa terlalu sibuk makanya belum bisa memperkirakan kapan dia akan bertemu aku.
Tapi beberapa hari ini berubah, aa jadi pemarah ntah apa yang aa pikirkan hingga gitu.
Aku bilang “ kenapa ketika neng coba dewasa buat ngertiin aa karna hubungan ldr dengan no full time itu gak gampang kenapa aa malah bersikap seperti anak kecil gini”
Ya mungkin dia sakit hati aku bilang gitu, dia terus memojokan aku bahwa aku sudah dewasa tidak perlu diingatkan lagi seperti hal-hal kecil “sudah makan atau sholat belum?”
Aku bilang eperti itu agar dia itu bisa sadar bahwa hal-hal kecil seperti itu tidak perlu di ributkan, aku , mau kita saling memberi support, saling mengingatkan bukan memaksa jadi seperti apa yang kita mau.
Dia berubah jarang sholat, bahkan tidak pernah mengingatkan ku sholat, support nya yang dulu tidak pernah lagi aku dengar, ya… tapi tidak perlu diingatkan aku akan giat belajar sendiri demi masa depanku.. tapi jujur aku kangen.
Siang yang di selimuti mendung saat aku membaca novel longdistance kita saling chat tapi berujung ke pertengkaran, dia bilang akan berhenti kerja dan meminta maaf jika beberapa hari ke depan dia tidak ada kabar. Seketika kaki dan tangan ku gemetar, dada ini sesak sekali, butir-butir airmata telah membendung di kelopak mata ku dan siap untuk menetes, aku tidak nyangka dia akan berucap seperti itu.
Tidak sadarkah dia ucapannya barusan itu mengandung banyak sekali arti “semembebankan kah aku di kehidupannya hingga harus melepas kerjaannya dan seputus asanya kah dia ke aku karna sikap ku ini?”
Dia bilang dia kerja untuk bertemu dengan ku, tapi jika dia memutuskan untuk berhenti kerja berarti dia juga memutuskan harapannya untuk bertemu denganku.
Dia yang aku anggap kaki ku telah gak ada, gak ada lagi kaki ku yang kuat. Sungguh aku tidak bisa berdiri lagi. Memutuskan semua mimpi-mimpi yang telah aku rangkai sedemikian rupa tapi di rusak begitu saja?
Dear R
Kamu tau salah satu mimpiku ? mimpiku ada saat kamu datang disini aku mau kamu memeluk ku dengan bangga atas nilai yang aku peroleh saat lulus SMA nanti. Kamu bagai kedua kaki ku yang kuat dulu…
Sekarang ntah aku nggak bisa berdiri, rasanya lemas sekali seakan tiada tulang satu pun di tubuh ini
Kamu tidak tau seberapa besarnya aku menaruh harap ke kamu tapi kamu hancurkan sia sia, aku sayang kamu walau penuh di selimuti tangis.
For you at bekasi R
From me Nita yang kamu anggap beban.
Langganan:
Komentar (Atom)